Kapan Pipis? Biar Alat Ini yang Kasih Tahu

Orang-orang yang mengalami kelumpuhan dan cedera tulang belakang yang parah biasanya sulit dalam mengendalikan kandung kemihnya. Tapi kini sudah ditemukan alat baru yang dapat memulihkan kembali kemampuan mengendalikan kadung kemih tersebut. Seorang ahli syaraf dari Inggris yaitu James Fawcett dan rekan-rekannya telah mengembangkan alat neuroprosthetic yang menggantikan syaraf yang rusak yang menyebabkan hilangnya kendali kandung kemih. Alat ini juga menahan atau memicu kandung kemih agar mengosongkan isinya dengan isyarat listrik. Fawcett dan timnya berhasil mendemonstrasikan teknologi ini pada tikus yang hasilnya dipublikasikan di Science Translational Medicine.

Normalnya, syaraf-syaraf pada kandung kemih akan merasakan kapan kandung kemih sudah mulai penuh dan secara elektrokimia mengirim sinyal kepada otak. Ketika sinyal ini menyatakan sudah waktunya untuk buang air, kandung kemih akan berkontraksi, sphincter relaksasi dan terjadilah yang namanya buang air kecil.

Neuroprosthetic bladder control

Pada alat ini, bagian-bagian dari syaraf tulang belakang yang disebut dorsal roots dikeluarkan menuju rootlets; rootlets ditempatkan pada elektroda kanal mikro yang sudah ditanamkan. Kanal-kanal mikro ini akan merekam sinyal dari syaraf dan dapat menentukan, dari jumlah aktivitas, kapan kandung kemih sudah mulai penuh. Sebuah alat stimulasi dihubungkan dengan syaraf yang mengirim stimulasi dengan frekuensi yang tinggi agar kandung kemih tidak mengalami pengosongan secara tiba-tiba. Para peneliti membayangkan nantinya aka nada alat yang dapat dibawa ke mana-mana yang dapat berbunyi ketika waktu buang air kecil tiba.

Tentu saja perjalanan dalam penelitian ini masih panjang sebelum benar-benar siap diujicobakan kepada manusia. Pada percobaan menggunakan tikus, rootlets hanya bertahan selama beberapa bulan setelah ditempatkan pada kanal-kanal mikro. Jangka waktu tersebut harus sangat ditingkatkan sebelum digunakan pada manusia.

Pada penelitian yang berbeda, peneliti dari Universitas Louisville telah melakukan percobaan menggunakan stimulasi epidural pada tulang belakang untuk mengembalikan kemampuan mengendalikan kandung kemih pada orang-orang yang mengalami cedera tulang belakang. Percobaan ini telah sukses, akan tetapi hanya pada beberapa orang saja.

sumber