Pensil dan Kertas, Detektor Zat Kimiawi

Pensil dan Kertas Sebagai Detektor Zat-zat Kimiawi_1

Terkadang dalam menyelesaikan suatu masalah tidak memerlukan solusi yang high-tech. terkadang, kita harus melihat tidak lebih jauh dari meja kerja kita.

Tiga mahasiswa dari Sekolah Teknik McCormik Universitas Northwestern telah membuktikan bahwa pensil dan kertas yang biasa kita pakai dapat digunakan untuk membuat alat yang dapat mengukur tegangan dan mendeteksi volatile vapors. Paper dengan judul “Pencil Drawn Strain Gauges and Chemiresistors on Paper,” telah dipublikasikan pada tanggal 22 januari di Scientific Reports, jurnal open-source dari Natural Publishing Group. Proyek ini dimulai di musim gugur tahun 2011 pada kuliah Introduction to Conducting Polymers (MSE 227) saat diskusi mengenai bahan konduktif dari grapheme, karbon yang dapat ditemukan pada pensil yang biasa kita gunakan.

Salah satu mahasiswa mulai mengukur konduktivitas dari berkas pensil pada kertas, lalu menggunakannya untuk membuat elektroda elementer. Mereka dapati bahwa dengan melengkungkan kertas secara searah meningkatkan konduktivitas dari berkas pensil tersebut. Sedangkan jika dilengkungkan secara berlawanan arah akan mengurangi konduktivitas.

Mereka kemudian mencoba hal lain yaitu dengan pensil yang fleksibel. Hal yang serupa juga ditemukan, knduktivitas dapat ditingkatkan dan dikurangi dengan melengkungkan kertas. Tidak hanya itu saja, mereka juga menemukan bahwa hal tersebut juga disebabkan oleh adanya volatile vapors.

Saat terdapat zat-zat kimia, ikatan polimer menyerap uap-uap dan mengembang, mendorong jaringan grapheme dan mengurangi konduktivitas. Konduktivitas semakin berkurang jika terdapat uap yang seketika diserap oleh ikatan polimer.

Sensor kimia ini –juga disebut “chemiresistors” – adalah bahan utama pada “electronic noses” untuk mendeteksi uap kimia beracun. Pada pembuatan chemiresistor, peneliti biasanya menggunakan bahan-bahan yang mahal, seperti jaringan carbon nanotubes atau metal nanoparticles, dan harus disebar pada matriks polimer untuk memberntuk sebuah jaringan.

“Sekarang mahasiswa kami barhasi menunjukkan bahwa hal ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan pensil dan kertas – dan berhasil, “ kata Huang. “Contoh yang luar biasa ini menunjukkan betapa keingintahuan akan memunculkan karya-karya yang inovatif.”

sumber