Lensa Kontak Pemantau Diabetes

Lensa Kontak Pemantau Diabetes

Laboratorium Google X sedang mengembangkan lensa kontak cerdas yang dapat mengukur kadar glukosa pada air mata menggunakan chip nirkabel dan sensor glukosa. Satu dari 10 orang di dunia akan terkena diabetes pada tahun 2035, berdasarkan Internasional Diabetes Federation.

Chip dan sensor ini, yang dikecilkan hingga sebesar glitter, ditanamkan di antara dua lapisan kontak. Prorotipe yang telah dibuat dapat melakukan satu kali pengukuran selama satu detik, dan para developer sedang mencoba untuk memadukannya dengan LED yang dapat menyampaikan pengguna jika kadar glukosa telah melebihi atau berada di bawah batas normal.

 “It’s still early days for this technology,” kata Brian Otis dan Babak Parvis sebagai project co-founders, “but we’ve completed multiple clinical research studies which are helping to refine our prototype.”

Sebelum bergabung dengan Google, Parviz meneliti di Universitas Washington tentang lensa kontak yang dapat digunakan untuk memantau noninvasive dan meningkatkan penglihatan. Dia menyadari bahwa pasar dapat berubah seketika hanya dalam beberapa tahun.

 “The glucose detectors we’re evaluating now are a mere glimmer of what will be possible in the next 5 to 10 years,” katanya di IEEE Spectrum pada 2009. Tantangan yang berhasil diatasi adalah bagaimana menggabungkan komponen monitoring ke dalam lensa kontak.

Lima tahun yang lalu, Porviz menemukan bahwa tantangan lain adalah memadukan LED ke dalam lensa kontak, karena LED dibuat dari bahan beracun seperti arsenic. Google masih melakukan eksplorasi tentang bagaimana menambahkan LED mini ke dalam lensa.

Bukan hanya Google saja yang sedang mengembangkan lensa kontak untuk tujuan medis. Perusahaan dari Swis, Sensimed, sudah mengembangkan lensa kontak dengan mikroprosesor yang memonitor tekanan pada mata bagi penderita glaukoma. Lensa tersebut sedang digunakan di Eropa tapi belum dijual di Amerika.

Pasar bagi semua teknologi wearable diperkirakan akan mencapai 6 Miliar Dollar Amerika pada tahun 2016, berdasarkan penelitian IMS. Alat-alat medis dan kesehatan akan berada di posisi paling atas, dan diikuti oleh fitness, wellness dan infotainment.

Seperti yang telah berhasil ditunjukkan oleh adanya Google Glass, terdapat banyak peminat pada kaca mata atau lensa kontak yang menyediakan augmented reality. Akan tetapi Google masih menjadi pemain utama. Perusahaan-perusahaan besar lain seperti Medtronic, Nike, Adidas, Sony, dan Garmin International semuanya mengembangkan teknologi wearable pada aplikasi yang berbeda.

Di CES sendiri tahun ini, iOptik sudah menjadi prototipe display augmented reality dengan resolusi yang tinggi yang memanfaatkan lensa kontak sebagai displaynya. Tanpa kaca mata, lensa kontak membuat pengguna dapat melihat dunia seperti yang sesungguhnya. Dengan menggunakan kaca mata, pengguna akan melihat layar dengan bidang pandang 60 derajat. Sekarang, Google Glass sudah memiliki bidang pandang sekitar 13 derajat.

sumber